Sabtu, 05 Juni 2010

FORMAT PENULISAN TUGAS AKHIR TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

1. STRUKTUR SKRIPSI/TUGAS AKHIR

1.1. Struktur Penulisan
Skripsi atau Tugas Akhir disusun dalam struktur sebagai berikut:

• Bagian Awal, meliputi:
- Halaman Judul (lampiran 2)
- Halaman Persetujuan dan Pengesahan (lampiran 2)
- Halaman Pernyataan (lampiran 2)
- Halaman Motto dan Persembahan (lampiran 2)
- Abstraksi (lampiran 2)
- Kata Pengantar (lampiran 2)
- Daftar Isi (lampiran 2)
- Daftar Gambar* (lampiran 2)
- Daftar Tabel* (lampiran 2)
- Daftar Kode Program* (lampiran 2)

• Bagian Inti, meliputi:
- Bab pertama: Pendahuluan
- Bab kedua: Tinjauan Pustaka/Landasan Teori
- Bab ketiga**: Rancangan/design
- Bab keempat**: Implementasi
- Bab kelima**: Hasil dan Pembahasan
- Bab terakhir: Kesimpulan dan Saran

• Bagian Akhir, meliputi:
Daftar Pustaka
Lampiran‐lampiran

Catatan:
*) : Apabila ada Gambar, Tabel dan Kode Program
**) : Menyesuaikan dengan masalah penelitian dan kebutuhan analisis dan pembahasan hasil penelitian

1.2. Penjelasan Struktur Skripsi/Tugas Akhir
• Bagian Awal merupakan pengantar kepada bagian inti pembahasan TA, meliputi:

Halaman Judul
Judul harus sama dengan judul proposal penelitian yang telah disetujui.

Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat pengesahan pembimbing dan pernyataan Dekan bahwa TA telah diterima sebagai bagian persyaratan untuk meraih derajat ahli madya/sarjana.

Halaman Persetujuan
Halaman ini memuat persetujuan dari team penguji yang diketahui oleh ketua program studi

Halaman Pernyataan
Halaman ini memuat pernyataan dari mahasiswa ybs bahwa TA tersebut merupakan hasil karyanya sendiri.

Halaman Motto dan Persembahan
Halaman ini memuat motto—ungkapan kata‐kata bijak yang menginspirasi hidup penulis, dan persembahan naskah laporan TA.

Abstraksi
Abstrak merupakan intisari penelitian yang memuat tiga pokok pikiran: (1) latar belakang dan rumusan masalah, (2) metodologi dan pelaksanaan penelitian, dan (3) hasil yang dicapai. Abstrak disertai tiga sampai dengan lima kata‐kata kunci. Ditulis dengan tidak lebih dari 200 kata.

Kata Pengantar
Kata pengantar dapat diisi dengan tujuan penulisan laporan; pengalaman pelaksanaan penelitian: kesan, kesulitan, dan dampaknya bagi penulis. Ungkapan rasa syukur, dan terima kasih kepada pihak‐pihak yang berkontribusi pada pelaksanaan penelitian; termasuk harapan penulis terhadap laporan TA dapat diungkapkan pada bagian ini.

Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel dan Daftar Kode Program
Daftar isi merupakan panduan cepat pembaca untuk menemukan halaman lokasi bagian naskah. Tabel, gambar, dan kode program, jika ada, juga harus diringkas dalam bagian tersendiri yang memungkinkan pembaca dapat menemukandengan cepat.
• Bagian Inti merupakan batang tubuh TA yang terdiri atas:

a. Pendahuluan, meliputi:
Latarbelakang
Deskripsi persoalan‐persoalan yang muncul dan dihadapi, kesenjangan antara keadaan nyata dan keadaan ideal yang diharapkan sehingga melahirkan inti masalah baru yang harus diselesaikan. Latarbelakang juga memuat uraian makna penting alasan penelitian harus dilaksanakan.

Perumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan ungkapan pertanyaan yang menegaskan masalah yang menjadi fokus penelitian. Rumusan masalah tidak harus diungkapkan dalam kalimat tanya.

Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Penegasan bagian masalah yang akan dipecahkan, termasuk asumsi asumsi yang digunakan.

Tujuan Penelitian
Bagian ini memuat hal‐hal yang ingin dicapai setelah penelitian berakhir.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah dampak yang diperoleh ketika tujuan tercapai.

Metodologi Penelitian
Bagian ini menguraikan langkah‐langkah penyelesaian masalah secara ringkas. Sedangkan detail metodologi yang digunakan ditampilkan pada bab III (Metodologi). Langkah‐langkah ini harus disesuaikan dengan fokus permasalahan penelitian.

Sistematika Penulisan
Bagian ini menguraikan struktur bab dalam skripsi dan gambaran umum isi masing-masing bab.


b. Kajian Teori
Kajian teori, atau sering juga disebut landasan teori atau tinjauan pustaka, memuat hasil‐hasil penelitian sejenis terdahulu yang menginspirasi atau melandasi pelaksanakan penelitian ini; dan juga mengulas landasan teoritik yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Perlu ditegaskan bahwa bagian ini bukan hanya menampilkan definisi-definisi tetapi juga diskusi tentang apa yang menjadi tinjauan. Selain itu, sumber referensi utama harus berasal dari buku atau jurnal yang terkait dengan penelitian. Tidak diperkenankan mengutip teori dasar yang berasal dari personal website atau website yang belum diakui secara keilmuan/akademik.


c. Pembahasan metodologi, konsepsi dasar dan tahapan-tahapan penelitian
Bagian ini menguraikan konsepsi dasar yang mendukung penelitian dan menguraikan langkah‐langkah penyelesaian masalah. Langkah‐langkah ini harus disesuaikan dengan fokus permasalahan penelitian.

d. Pembahasan hasil penelitian dan pembahasan
Bagian ini menyajikan hasil‐hasil yang diperoleh dan cara pencapaiannya. Uraian harus komprehensif namun tetap ringkas dan padu. Pembahasan hasil penelitian meliputi kelebihan dan kekurangan serta pengujian.

e. Penutup, terdiri atas:
Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman hasil dicapai dan merupakan jawaban atas rumusan masalah.

Saran
Bagian ini menguraikan saran‐saran yang perlu diperhatikan berdasarkan keterbatasan yang ditemukan dan asumsi yang dibuat, termasuk saran untuk pengembangan lebih lanjut.

• Bagian Akhir, meliputi:
Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua sumber pustaka yang dijadikan acuan dalam naskah TA. Semua acuan yang dinyatakan di dalam naskah harus dicantumkan dalam daftar acuan, dan sumber‐sumber pustaka yang dinyatakan di dalam daftar acuan harus diacu dalam naskah. Daftar Acuan diurutkan ascending secara alfabetis—mulai A s.d. Z. (Lihat .....)

Lampiran
Keterangan tambahan yang mendukung penjelasan/uraian dalam naskah.




2. FORMAT DAN PENATAAN PENULISAN
2.1. Ukuran kertas dan Margin penulisan
Skripsi atau Tugas Akhir dicetak pada kertas ukuran A4 (80 gram). Naskah ditulis hanya satu muka (tidak bolak-balik). Naskah ditulis menggunakan software word processing dengan huruf Times New Roman ukuran 12 pt.

Margin penulisan:
- batas kiri 4 cm
- batas atas 3 cm
- batas kanan 3 cm
- batas bawah 3 cm.
2.2. Style penulisan
Anda dapat memanfaatkan fasilitas word processing untuk memudahkan setting huruf sekaligus menjaga konsistensi. Sedangkan penggunaan huruf diatur pada Mincrosoft Word sebagai berikut:

Style Bagian Tulisan Definisi Style
Heading 1 Bab Font: Times New Roman, 22pt, Bold
Spacing: Before 0 pt, After 70 pt, Spacing 1lines
Alignment: Center
Heading 2 SubBab Font: Times New Roman, 14pt, Bold
Spacing: Before 12 pt, After 12 pt, Spacing 2 lines
Alignment: Left
Heading 3 SubSubBab Font: Times New Roman, 12pt, Bold
Spacing: Before 12 pt, After 12 pt, Line Spacing 2 lines
Alignment: Left
Heading 4 SubSubSubBab Font: Times New Roman, 12pt, Bold
Spacing: Before 12 pt, After 12 pt, Line Spacing 2 lines
Alignment: Left
Normal Paragraf Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 0 pt, After 12 pt, Line Spacing 2 lines
Alignment: Left

Style Bagian Tulisan Definisi Style
Normal
_bernomor
Paragraf
bernomor
Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 0 pt, After 6 pt, Line Spacing 2 lines
Alignment: Left

Kutipan Kutipan langsung Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 0 pt, After 12 pt, Line Spacing Single
Alignment: Left
Indentation: Left 1,25 cm
Script _judul Judul Script/ Kode Program
Font: Times New Roman, 10pt
Spacing: Before 6 pt, After 6 pt, Line Spacing Single
Alignment: Left
Script Script/Kode
Program Font: Lucida Console, 10pt
Spacing: Before 0 pt, After 0 pt, Line Spacing Single
Alignment: Left
Tabel_judul Judul Tabel Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 6 pt, After 6 pt, Line Spacing Single
Alignment: Centered
Tabel_header
Header Tabel
(nama kolom) Font: Arial, 9pt, Bold
Spacing: Before 2 pt, After 2 pt, Line Spacing Single
Alignment: Centered
Tabel _isi Isi Tabel Font: Arial, 9pt
Spacing: Before 0 pt, After 0 pt, Line Spacing Single
Alignment: Left
Gambar_judul
Judul Gambar Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 6 pt, After 6 pt, Line Spacing Single
Alignment: Centered
Daftar Acuan Daftar Acuan Font: Times New Roman, 12pt
Spacing: Before 0 pt, After 6 pt, Line Spacing Single
Alignment: Left
Indentation: Special Hanging 1,25 cm


2.3. Bahasa dan Penggunaan Tanda Baca
Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sebagai bahasa Ilmiah. Bahasa Ilmiah merupakan bahasa yang singkat, tepat dan tidak multi tafsir. Penggunaan istilah asing sangat dimungkinkan. Yang perlu diperhatikan istilah asing harus dituliskan dalam bentuk miring / italic, kecuali nama ataupun istilah asing yang telah diadopsi ke bahasa Indonesia.
Tanda baca harus digunakan secara cermat untuk menghindari salah pengertian, di bawah ini diberikan beberapa pokoknya:

• Tanda Titik (.)
Tanda titik digunakan untuk menandai akhir suatu kalimat yang bukan kalimat seru atau kalimat tanya. Sesudah tanda tanya (?) dan tanda seru (!) tidak dibubuhkan tanda titik. Tanda titik juga tidak digunakan untuk akronim (SIM, bukan S.I.M.).

• Tanda Koma (,)
o Tanda koma digunakan di antara unsur‐unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan, yang mengakhiri suatu pernyataan, e.g. Piranti masukan yang digunakan adalah keyboard, mouse, dan scanner.
o Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara dari kalimat setara berikutnya, yang didahului kata‐kata tetapi, melainkan, dan kata hubung lainnya.
o Tanda koma juga digunakan untuk mengapit keterangan tambahan, e.g. Kondisi seperti di atas, yaitu suhu 25o C, komputer akan berjalan dengan baik.

• Tanda Titik Koma (;)
Tanda baca ini digunakan di antara unsur‐unsur pemerincian atau pembilangan yang sudah mengandung tanda koma.

• Tanda Titik Dua (:)
Tanda baca ini digunakan di akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian tambahan informasi yang lebih detail,
e.g.
Spesifikasi minimal perangkat keras yang digunakan:
Prosesor Intel Dual Core 5050, memori 1GB PC2 5300,
HDD 73GB 10K Hot‐swap dan Ethernet Controller.

• Tanda Petik (“ “)
Kutipan langsung diawali dan diakhiri tanda ini, termasuk terjemahan harfiah suatu naskah atau bahan tertulis lainnya.
• Tanda Hubung (‐)
Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku‐suku kata yang terpenggal oleh pergantian baris dan menyambung unsur‐unsur kata ulang.
Tanda hubung juga digunakan untuk: (1) merangkai kata sedengan kata berikutnya yang diawali dengan huruf capital, (2) merangkai kata ke dengan bilangan, (3) merangkai bilangan dengan akhiran ‐an, (4) merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing, e.g.
se‐Indonesia
ujicoba ke‐2
tahun 90‐an
halaman itu di‐print

• Tanda Pisah (–) dan (—)
Tanda pisah (–, en dash) digunakan di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti “mulai … sampai dengan …”, e.g.
tanggal 5–10 April 2007

Tanda pisah (—, em dash) digunakan untuk menyatakan sisipan atau keterangan tambahan sebagai penegasan, e.g.
Findability— yang meliputi elemen desain seperti arsitektur informasi, nama kategori, dan link— merupakan salah satu aspek …

• Tanda Kurung (( ))
Tanda ini mengapit keterangan tambahan atau penjelasan.

• Elipsis (…)
Tanda ini menyatakan adanya penghapusan kata atau kalimat ketika ellipsis

2.4. Style Penomoran
2.4.1. Nama Bab dan sub-bab
Judul bab ditulis dengan menggunakan huruf latin dengan aturan sebagai berikut:
BAB I NAMA BAB
1.1. Sub Bab
1.2. Sub Bab
1.1.1 Sub bab bab
1.1.2 Sub bab bab
1.1.2.1 Sub bab bab bab
1.1.2.2 Sub bab bab bab

Jika dalam masing-masing sub masih dibutuhkan pemecahan dapat digunakan alphabetik a,b, c dan seterusnya.

2.4.2. Penomoran Halaman
Penomoran halaman laporan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut:
• Bagian Awal menggunakan angka Romawi kecil; i, ii, iii, dst. pada posisi tengah‐bawah halaman.
• Bagian Inti dan Akhir menggunakan angka Latin; 1, 2, 3, ... dst pada sudut kanan‐atas halaman, kecuali halaman pertama bab, nomor halaman diletakkan pada tengah‐bawah halaman.

2.5. Penulisan Acuan /Referensi
Ada beberapa alasan mengapa perlunya menuliskan referensi secara benar:
• Pertama, untuk menghindari plagiat. Plagiat secara sederhana dapat dikatakan mengakui hasil karya, ide atau pikiran orang lain sebagai karya sendiri. Dengan menggunakan cara mengutip yang benar, seorang penulis dapat menghindari plagiat ini sekaligus memanfaatkan ide /pikiran orang lain didalam tulisannya.
• Kedua, untuk menverifikasi kutipan. Adapun maksudnya baik pembaca ataupun si empunya karya dapat mengetahui sumber kutipan dan dapat memverifikasi keabsahan yang menjadi kutipan dan ini berhubungan dengan erat dengan alasan ketiga.
• Ketiga, memungkinkan pembaca untuk memfollow-up dan membaca argumen penulis secara lebih seksama.

Adapun alasan-alasan diatas sangat berhubungan erat dengan etika dan kode etik yang lazim ditumbuhbudayakan dalam penulisan karya. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.
Informasi yang dikutip untuk menguatkan pernyataan dalam naskah harus dilengkapi dengan acuan. Sumber informasi dapat berupa: buku, atau bagian buku; makalah yang diterbitkan dalam jurnal, majalah, atau publikasi pertemuan ilmiah lainnya; dan laporan yang diterbitkan oleh suatu badan atau lembaga resmi.
Sumber‐sumber informasi tersebut dapat berupa bahan tercetak maupun dipublikasikan secara elektronik. Sumber acuan yang tidak dipublikasikan atau berasal dari komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam daftar acuan.
2.5.1. Pengacuan Dalam‐Naskah / In-text Reference
Referensi dalam tulisan atau in-text reference menunjukkan bagian dalam tulisan dari idea atau kutipan dengan menyebutkan identitas dari sumber asalnya Pengacuan dalam naskah menyajikan informasi ringkas, nama penulis dan tanggal publikasi, untuk membantu pembaca menelusuri asal sumber informasi dalam daftar acuan pada bagian akhir naskah.
Bentuk pengacuan sumber informasi ini dapat berupa: parafrase, ringkasan, atau kutipan.
• Parafrase adalah bentuk acuan dengan mencantumkan tulisan orang lain menggunakan ungkapan sendiri—tidak menggunakan kata dan struktur kalimat asal.
• Ringkasan adalah bentuk acuan dengan mencantumkan tulisan orang lain yang telah diringkas dan ditulis menggunakan ungkapan sendiri, e.g. meringkas naskah, buku, atau bagianbuku dalam beberapa kalimat saja.
• Kutipan adalah bentuk acuan langsung—mengutip tulisan orang lain sebagaimana adanya. Kutipan langsung diapit dengan menggunakan tanda petik (“ “) dan dicantumkan nomor halaman sumber kutipan. Jika sumber acuan berupa dokumen elektronik, maka dicantumkan judul (heading) yang menunjukkan lokasi acuan tersebut.

Cara pengacuan dalam‐naskah dapat dilakukan dengan frase pengantar (signal phrase), kutipan dalam tanda kurung (parenthetical citation), atau keduanya.

Signal phrase Pengacuan dengan menggunakan frase pengantar terhadap kutipan pendek, parafrase, atau ringkasan; yaitu dengan mencantumkan nama penulis dalam frase pengantar atau menuliskannya dalam tanda kurung tepat setelah frase pengantar dan tanggal publikasi.
Contoh:
Steve Krug (2006) menyatakan bahwa, “One of the very few well documented facts about Web use is that people tend to spend very little time reading most Web pages. Instead, we scan (or skim) them, looking for words or phrases that catch our eye” (h. 22).

… hal tersebut sejalan dengan temuan (Krug, 2006) bahwa sebagian kecil pengguna Web yang membaca halaman‐halaman Web, melainkan scanning—membaca cepat dengan melihat kata‐kata atau frase yang mencolok.

Pengacuan di atas dirujukkan ke daftar acuan berikut:
Krug, S. (2006), Don’t make me think: A common sense approach to web usability, 2nd ed., New Riders, Berkeley.

Parenthetical citation Pengacuan dilakukan dengan meletakkan nama penulis dan tanggal publikasi dalam tanda kurung tepat setelah akhir acuan, e.g.

Sebagian kecil pengguna Web yang membaca halaman-halaman Web, melainkan scanning—membaca cepat dengan melihat kata‐kata atau frase yang mencolok(Krug, 2006).ulisan Definisi Style

Previewing sentence and Parenthetical citation Pengacuan kutipan yang panjang (terdiri atas 40 kata atau lebih), dilakukan dengan menggunakan frase pengantar yang memuat nama penulis dan tanggal publikasi di akhiri dengan tanda titik dua diikuti dengan kutipan. Frase pengantar ini akan membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran ringkas mengenai kutipan yang diacu. Kutipan ditulis menjorok sebanyak satu indentasi paragraf, ±1,25 cm.

Contoh:
Tanembaum (1997) mendefinisikan pengertian Local Area Network dan jenis‐jenisnya:

Local area network, seringkali disebut LAN, merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer‐komputer pribadi atau workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik‐pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer) dan saling
bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: (1) ukuran, (2) teknologi transmisi, dan (3) topologinya. (h.6)

Pengacuan di atas dirujukkan ke daftar acuan berikut:
Tanembaum, A. S. (1997), Jaringan Komputer (Jilid 1), Terj. Computer Networks (3rd ed.), G. Priatna (Pen.), P. W. Indarto (Ed.), Prenhallindo, Jakarta.


Lebih lanjut berikut ini contoh-contoh penulisan acuan dalam naskah :
1. Jika penulis menjadi bagian dari kalimat, maka penulisannya ditandai dengan penulisan nama penulis dan diikuti dengan tahun penerbitan dalam tanda kurung. Penulisan sumber kutipan ini dilakukan pada bagian terdekat dengan ide atau informasi yang dikutip
Contoh:
- Luthfi (2004) berargumentasi bahwa ...
- Sistem yang dikembangkan oleh Alman & Syakti (2005) mengungkapkan ...
- AI sangat efektif seperti yang dibuktikan oleh Hamzah (1983) ...
- Disisi lain, Iskandar dkk (1999) melaporkan …
- Baik Bhakti (2003) maupun Kurniawan (2006) membuktikan ...

Ada kalanya penulis yang sama melakukan penerbitan tulisan secara berulang-ulang untuk ide yang sama. Contoh
- Jogianto (1995, 1997, 2004) secara konsisten menyatakan bahwa …
- Sistem yang dikembangkan oleh Agustina dan Meileni (1999, 2003) menemukan fakta bahwa …

2. Jika penulis bukan merupakan bagian natural dari kalimat maka penulisan identitas sumber kutipan ditunjukkan dengan menuliskan author dan tahun didalam tanda kurung.
Contoh:
- Penelitian (Luthfie, 2004) menemukan kenyataan ……
- Telah terbukti bahwa AI sangat efektif (Febriansyah et al, 2000) dalam ...



Untuk referensi dari beberapa sumber dapat dituliskan pada daftar tunggal menggunakan tanda titik-koma (;) untuk memisahkan penulis- penulis yang berbeda:
- Pada titik ini beberapa penulis sepakat (Jogianto 1995, 2004; Fathoni & Febriansyah, 2003; Syamsuar 2003, 2005), tetapi …

2.5.2. Acuan Sumber Sekunder
Pengacuan suatu karya yang didiskusikan dalam sumber sekunder, sumber rujukan yang dinyatakan dalam daftar acuan adalah sumber sekunder. Perhatikan contoh berikut: pendapat yang dikemukakan oleh James Martin dan James J. Odell dikutip oleh Hariyanto.

Martin dan Odell (1999, dalam Hariyanto 2004) mengemukakan bahwa “Objek adalah sesuatu yang dapat dikonsepkan yang diperlukan untuk pemecahan masalah. Objek dapat berupa konsep, abstraksi, atau sesuatu dengan batas‐batas yang tegas.” (h. 26)

Rujukan yang dimuat dalam daftar acuan adalah sumber sekunder yang langsung dibaca penulis, bukan sumber asal.

Hariyanto, B. (2004), Rekayasa Sistem Berorientasi Objek, Informatika, Bandung.

2.5.3. Beberapa Catatan
- Untuk dua penulis sebaiknya digunakan tanda ‘&’ (tanda dan) sebagai penghubung. Hal ini memberikan keuntungan pada saat menjumpai kasus sbb:
• Baik Brown & Smith (1986) dan Carson (1970) berargumen ...

Sehingga terlihat jelas bahwa kedua sumber tersebut berbeda.

- Jika ada dua penulis, kedua nama tersebut harus disebutkan. Sedangkan jika ada 3 penulis atau lebih, hanya satu penulis saja yang perlu dituliskan diikuti dengan dkk (singkatan dari dan kawan-kawan atau et al (biasanya italic). Et al sendiri singkatan dari ‘et alia’ yang berarti ‘others’ atau dkk.

- Jika referensi dapat menimbulkan kebingungan (ambiguous) karena ada penulis dan tahun penerbita yang sama, huruf kecil ("a", "b", dst.) ditempatkan segera setelah tahun, contoh “(Jones 1983a, 1983b)".

- Bila harus menuliskan halaman (utamanya pada kutipan langsung), nomor halaman dapat diletakkan langsung setelah tahun mengikuti ‘h’ (halaman)
• Algoritma berikut diadopsi dari Zuhri (2003, h. 30-35).
• Satu definisi yang mungkin dapat menggambarkan pengertian dari system (Wijaya 1980, h. 12) adalah..

2.5.4. Penulisan Daftar Acuan
Bagian ini memuat aturan penulisan daftar acuan disertai dengan contoh‐contoh dari berbagai sumber informasi. Nama‐nama penulis yang didaftarkan dalam daftar acuan berdasarkan nama keluarga atau nama terakhir, diikuti dengan singkatan nama kecil atau nama depannya. Berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan referensi, mulai dari buku, jurnal dan sebagainya.

• Buku, Informasi yang dibutuhkan meliputi:
 nama penulis, editor, atau institusi
 tahun publikasi
 judul dan subjudul, jika ada
 edisi, jika ada
 penerbit
 kota penerbit jika lebih dari satu dapat dipilih satu saja

Bentuk umum:
Penulis, A. A. (Tahun), Judul buku: Subjudul (edisi), Penerbit, Kota penerbit

Catatan. Judul buku atau artikel dalam daftar acuan, hanya kata pertama judul dan kata pertama setelah tanda titik dua atau dash yang dikapitalisasi. Contoh:
 Penulis tunggal
Kristanto, A. (2003), Struktur data dengan C++, Ghaha Ilmu, Yogyakarta.
 Acuan buku terjemahan harus mencantumkan judul asli dan penerjemah.
Brookshear, J. G. (2003), Computer science: Suatu pengantar (edisi 7), Terj. Computer science: An overview (7th ed.), I.Hardiansyah (Pen.), H. W. Hardiani (Ed.), Erlangga, Jakarta.

Dibagian akhir daftar pustaka harus dibuat pernyataan pengakuan terhadap hak atas kekayaan intelektual (hak cipta/copyright) terhadap penulis yang tulisannya digunakan di dalam skripsi/tugas akhir.







Jenis Acuan dalam naskah /in-text reference Daftar Pustaka
Buku
Author tunggal
Comfort (1997, h. 58) mengklaim bahwa … Comfort, A. (1997), A good age, Mitchell Beazley, London.

2 Author
Madden & Hogan (1997, h. 45) mendiskusikan topik Madden, R & Hogan, T. (1997), The definition of disability in Australia: Moving towards national consistency, Australian Institute of Health and Welfare, Canberra.

Lebih dari 2 author
(Leeder dkk 1996, h. 69)
Leeder, S.R., Dobson, A.J., Gibbers, RW, Patel, N.K., Mathews, P.S., Williams, D.W. & Mariot, D.L. (1996), The Australian film industry, Dominion Press, Adelaide.
Tanpa Penulis
Pada Petunjuk Teknis Penyusunan Karya Ilmiah (2004, h. 10) dijelaskan bahwa pembimbing …. Petunjuk Teknis Penyusunan Karya Ilmiah (2004), Universitas Bina Darma, Palembang.

Judul dijadikan identitas awal
Beberapa karya oleh penulis yang sama

Penelitian universitas (Brown 1982, 1988) mengindikasikan ... Brown, P. (1982), Corals in the Capricorn group, Central Queensland University, Rockhampton.
Brown, P. (1988), The effects of anchor on corals, Central Queensland University, Rockhampton.
Urutan didasarkan pada tahun penerbitan
Beberapa karya oleh penulis yang sama pada tahun yang sama Pada laporan terakhir (Napier 1993a, 1993b) …
Napier, A. (1993a), Fatal storm, Allen & Unwin, Sydney.

Napier, A. (1993b), Survival at sea, Allen & Unwin, Sydney.

Urutan didasarkan pada judul
Edisi buku
Renton (2004, h. 5) menyarankan bahwa … Renton, N. (2004), Compendium of good writing, 3rd ed, John Wiley & Sons, Milton.
Nomor edisi ditempatkan setelah judul, sedangkan edisi pertama tidak perlu dituliskan edisinya
Artikel atau chapter dalam buku Seperti yang didiskusikan oleh Blaxter (1976, h.101) …
Blaxter, M. (1976), ‘Social class and health inequalities’, dalam C Carter & J Peel (eds), Equalities and inequalities in health, Academic Press, London, h. 120-135.
E-book
(Pettinger 2002) Pettinger, R. (2002), Global organizations, Capstone Publishing, Oxford. Diakses 28 September 2004, dari NetLibrary database.
Thesis, Skripsi atau Tugas Akhir Luthfi (2005) Luthfi, A. (2005), ‘Pemanfaatan grid sistem dalam ontology education’, Tesis Magister, Universitas Gajah Mada
Konferensi
Proceeding
(Debono 2000) Debono, C. (2000), ‘The National Trust into the new millennium’, Proceedings of the ninth meeting of the International National Trust, Australian Council of National Trusts, Alice Springs, NT, h. 44-6. Diakses 20 January 2006, dari Informit Online database.
Laporan tahunan suatu organisasi (Universitas Bina Darma, 2001)
Universitas Bina Darma 2001, Laporan tahunan 2000-2001, Palembang
Jurnal
Artikel
Lutfhfi (2002) Luthfi, A (2002), ‘Active server pages sebagai alternative pembuatan website yang lebih dinamis’, Jurnal Matrik, vol. 12, no. 4, h. 8-9
Artikel di Koran atau Majalah (Prasetya, 2006)
Prasetya, LA 2006, ‘Elpiji tiga kilogram beredar 2007’, Kompas, 12 Desember, p. B.
World Wide Web
Full artikel dari Internet Sehubungan dengan adopsi teknologi, Cho & Cheung (2003) menggarisbawahi peran …… Cho, V. & Cheung, I. (2003), A Study of On-line Legal Service Adoption in Hong Kong. Diakses 5 January 2005, dari http://www.sba.muohio.edu/abas/2003/vancouver/

Dokumen WWW – Tanpa Penulis
(Leafy seadragons and weedy
seadragons 2001)
Leafy seadragons and weedy seadragons (2001), Diakses 13 November 2002, dari http://www.windspeed.net.au/~jenny/seadragons/

Dokumen pada WWW – tanpa tanggal
(Royal Institute of British Architects
t.t.)

t.t merupakan singkatan dari tanpa tanggal Royal Institute of British Architects t.t., Shaping the future: careers in architecture. Retrieved May 31, 2005, dari http://www.careersinarchitecture.net/

Image dari web
The image of the bleached coral
(Coral bleaching and mass
bleaching events 2002) Coral bleaching and mass bleaching events [Image] 2002. Diakses 2 September 2005, dari http://www.gbrmpa.gov.au/corp_site/info_services/science/bleaching

Sumber-sumber lain
Patent
U.S. Patent No. 4554399 (1985) Cookson, AH 1985, Particle trap for compressed gas insulated transmission systems, U.S. Patent 4554399.
Personal komunikasi, e-mail dan milis
Sebagai perbandingan, migrasi dari from NCP ke IPv4 membutuhkan waktu 4-5 tahun dari tahun 1978 sampai dengan1982 dimana Internet pada waktu itu tidak sebesar Internet pada saat ini (Peter Dell 2005, pers.comm. 24 Juli 2004). Tidak dimasukkan dalam daftar pustaka karena tidak dapat dilacak oleh pembaca

Program Televisi dan radio
(Gambaran Internet di Indonesia, 2005) Gambaran Internet di Indonesia 2005, program televisi e-Life Style, Metro TV, Jakarta, 8 Agustus.



2.6. Penomoran Tabel, Gambar dan Kode Program
2.6.1. Tabel
Identitas tabel ditulis pada bagian atas tabel rata kiri dan terdiri dari nomor tabel dan judul tabel tersebut. Penulisan nomor tabel merupakan kombinasi antara nomor Bab dan urutan no tabel pada bab tersebut dimana menggunakan style bold dan diikuti dengan nama tabel dalam style normal.

Contoh :


Tabel 3.3. Desain tabel pelanggan
Nama Type Width Keterangan
no_ktp
nm_pelanggan
alamat
kota
telp Varchar
varchar
varchar
varchar
varchar 15
35
50
25
12 Nomor Kartu Tanda Penduduk
Nama Pelanggan
Alamat
Kota Telpon

2.6.2. Gambar
Seperti halnya tabel, identitas gambar terdiri dari no gambar dan judul gambar. No gambar merupakan kombinasi nomor bab dan nomor gambar pada bab tersebut. Judul menjelaskan secara ringkas makna gambar ditulis. Keterangan gambar tersebut diletakkan di bawah gambar dengan posisi center terhadap halaman. Untuk memberikan batasan gambar, gambar tersebut dapat diletakkan dalam suatu bingkai/frame.

Contoh:

Gambar 4.1. Tampilan Home

2.6.3. Kode Program
Kode program atau potongan kode program harus merupakan bagian utuh pembahasan dalam naskah. Kode program atau potongan kode program ditulis dengan menggunakan font monospace, seperti Lucida Console atau Courier new, dan diberi nomor baris. Keterangan kode program tersebut diletakkan di atas kode program.
Potongan kode program harus disajikan dengan paripurna—satu kesatuan logis program, tidak dipotong ditengah‐tengah sintaks—sedemikian sehingga bermakna. Penulisan dan pemotongan baris‐baris kode program harus menggunakan indentasi yang tepat sesuai hirarki sintaks bahasa pemrograman yang digunakan. Setiap kode program atau potongan kode program diberi nomor—kombinasi nomor Bab dan urutan kemunculan pada bab tersebut—dan diikuti dengan judul yang menjelaskan secara ringkas makna kode program atau potongan kode program tersebut.

Contoh:

Kode program 3.3. Koneksi PHP dengan MySQL
1




3. LAYOUT
3.1. Halaman Kulit Muka








































3.2. Halaman Sampul Dalam












































3.3. Halaman Pengesahan



HALAMAN PENGESAHAN



JUDUL


NAMA
NIM


Telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Komputer pada Program Studi Sistem Informasi




Palembang, Agustus 2008
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Bina Darma
Pembimbing Utama, Dekan,



Nama Pembimbing Nama Dekan



Pembimbing Pendamping,



Nama Pembimbing



ii



3.4. Halaman Persetujuan



HALAMAN PERSETUJUAN



Skripsi Berjudul ” JUDUL SKRIPSI” Oleh ”NAMA” telah dipertahankan didepan
komisi penguji pada hari HARI tanggal TANGGAL BULAN TAHUN.




Komisi Penguji

1. Nama Ketua Ketua (…………………….)


2. Nama Sekretaris Seketaris (…………………….)


3. Nama Anggota Anggota (…………………….)


4. Nama Anggota Anggota (.................................)






Mengetahui,
Program Studi ....................
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Bina Darma
Ketua,




Ketua Program Studi





iii

3.5. Halaman Pernyataan



PERNYATAAN



Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa seluruh data dan informasi yang disajikan dalam tugas akhir ini, kecuali yang disebutkan dengan jelas sumbernya adalah hasil investigasi saya sendiri dan belum pernah atau tidak sedang diajukan sebagai syarat memperoleh sebutan profesional lain atau sebutan yang sama ditempat lain.




Palembang, TANGGAL BULAN TAHUN
Penulis



NAMA
NIM






iv















4. INFORMASI LAIN
4.1. Pelaksanaan Sidang Skripsi/Tugas Akhir
Mahasiswa yang telah menyelesaikan proses bimbingan skripsi/TA dapat segera mengajukan permohonan Ujian Komprehensif. Adapun syarat yang harus dilengkapi adalah :
- Terdaftar sebagai mahasiswa UBD dan mengisi KRS pada semester berjalan,
- Telah menyelesaikan seluruh beban matakuliah teori dan praktek (S1 >= 138 SKS, D3 >= 106 SKS).
- Tidak memiliki nilai E, nilai D tidak lebih dari 2 mata kuliah,
- Indeks Prestasi Kumulatif minimal 2,0, dan
- Persetujuan Pembimbing: dibuktikan dengan menyerahkan berkas laporan Skripsi/TA yang telah disetujui dan Form Bimbingan.
- Ujian komprehensif/TA dilaksanakan setiap saat sepanjang semester apabila terdapat minimal 6 orang peserta ujian, tidak bergantung pada periodisasi wisuda.

3.3.2. Tim Penguji
Tim Penguji ditunjuk oleh Ketua Program Studi dan ditetapkan melalui keputusan Dekan, yang terdiri atas:
• Ketua – Pembimbing Utama
• Sekretaris – Pembimbing Pedamping
• Anggota Penguji I
• Anggota Penguji II
Ujian Komprehensif/TA dilaksanakan dalam urutan: presentasi dan demo program/alat (jika ada), dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para penguji.

3.3.3. Penilaian Ujian Komprehensif/TA
Komponen dan bobot penilaian Ujian Komprehensif/TA terdiri atas:
• Naskah, pada masing‐masing aspek berikut dengan nilai 1 sampai dengan 10:
a. Materi; mencakup keterkinian, keaslian, dan inovasi.
b. Sistematika Penulisan; mencakup justifikasi antara Latarbelakang, Pembahasan, dan Hasil/Kesimpulan yang meyakinkan, alur tulisan lancar, berkesinambungan antar Bab dan antarparagrap, pemilihan kata dan penggunaan tatabahasa yang baik dan benar.
c. Metodologi; mencakup landasan teoritik dan ketepatan pemilihan metode, kedalaman pembahasan, ketepatan simpulan dan saran yang diajukan.
d. Proses; mencakup kemandirian dan keaktifan.
• Presentasi, pada masing‐masing aspek berikut dengan nilai 1 sampai dengan 10:
a. Materi; mencakup bahan presentasi yang mudah dibaca/diikuti dengan ukuran font yang proporsional, dan konsisten dengan isi naskah TA.
b. Penyajian; mencakup penampilan dan sikap yang meyakinkan, alur presentasi lancar dan tidak terputus putus, dan intonasi suara terdengar dengan jelas.
c. Penguasaan Materi; mencakup pertanyaan Tim Penguji dijawab dengan benar, lancar, dan tanpa keraguan.

Komponen nilai Naskah memiliki bobot 50% dan Presentasi 50%. Rerata nilai‐nilai yang diberikan Tim Penguji dikonversi menjadi nilai huruf dengan acuan sebagai berikut:

Rentang Penilaian
>= 85 A
>= 70 s/d 84,99 B
>= 55 s/d 69,99 C
< 55 D
Tidak hadir E
Rerta i Nilai TA


Hasil Ujian TA dinyatakan dalam 4 alternatif:
• Lulus dengan pujian (tanpa perbaikan).
• Lulus dengan perbaikan minor. Revisi perbaikan dilakukan selambat‐lambatnya satu minggu setelah ujian, perbaikan disahkan oleh Pembimbing.
• Lulus dengan perbaikan mayor. Revisi perbaikan dilakukan selambat‐ lambatnya satu bulan, perbaikan disetujui para Penguji dan disahkan Pembimbing.
• Gagal. Mahasiswa yang dinyatakan gagal diwajibkan mengulang Ujian atau Skripsi/TA.

3.3.4. Pasca Ujian
Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus harus menyerahkan laporan tugas akhir tercetak (hardcopy) dan elektronik(softcopy).
Diserahkan ke Berkas
Perpustakaan 1 eks Hardcopy + softcopy
Fakultas / PPM Softcopy dalam keping CD
Program Studi softcopy dalam keping CD
Pembimbing sesuai perjanjian

Setelah menyerahkan berkas‐berkas tersebut di atas, mahasiswa akan mendapatkan tanda bukti penyerahan berkas.

Laporan Hardcopy
Naskah Laporan TA yang telah diperbarui dan disahkan dijilid hard cover dengan kertas sampul buffalo berwarna dengan rincian sebagai berikut:

Program Study Warna Sampul (Kode kertas)
Sistem Informasi Ungu (XXXX)
Teknik Informatika Coklat (XXXX)
Manajemen Informatika (D3) Merah Muda (XXXX)
Teknik Komputer Biru Muda (XXXXX)
Komputerisasi Akuntansi (D3) Kuning (XXXXX)


Laporan Softcopy
Laporan softcopy dikumpulkan dalam bentuk keping Compact Disk (CD) berlabel ukuran 5,25” yang dikemas dalam kotak CD berwarna bening. Struktur folder dalam CD sebagai berikut:

• Naskah, folder ini berisi file‐file:
a. Abstrak dalam format doc atau odt dan pdf,
b. Abstrak yang diperluas (extended abstract)—ringkasan penelitian dalam 3 – 5 halaman—dalam format doc atau odt dan pdf,
c. File presentasi dalam format ppt atau odp, dan
d. Naskah TA dalam satu file tunggal berstruktur sama dengan hardcopy naskah TA dalam format pdf dan doc atau odt.
• Kode Program, folder berisi kode program yang dikembangkan. Panduan instalasi dan manual program harus dijelaskan dalam file terpisah.
• Master, folder ini berisi program master yang digunakan dalam penelitian. Program‐program yang disertakan harus program yang memiliki lisensi bebas/terbuka, seperti GPL(General Public License) atau program dalam kategori freeware/shareware.
Lainnya, jika ada file tambahan lain.

Sabtu, 08 Mei 2010

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al Baqarah:286)

Mengalahkan Setan

Bertaqwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan. (HR. Ath-Thabrani)

Minggu, 02 Mei 2010

Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno

# By Supardi Lee
# Published 19/03/08
3 Kunci Rahasia Menuju Sukses
3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka.

Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.

Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.

Pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah.

Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.

Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.
Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si Pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.

Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.

Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam. Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung.

Namun jembatan bisikan itu tetap tegar !

Dan begitulah pula dengan kita. Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.

Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit. Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan. Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.
(Mutiara Kebijakan Timur, oleh C.F. Wong)

Kunci-Kunci Sukses

Bagi saya, cerita di atas sangat mengesankan. Maknanya sangat dalam. Dalam cerita itu, andapun dapat menangkap makna-makna yang luar biasa.

Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, maka cerita jembatan cina kuno itu, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat. Dalam cerita itu, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi.

Kunci-kunci itu tak terbantahkan. Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses. Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun.

Kunci-kunci itu telah menolong mereka. Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.

Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu? Saya menemukan ada tiga yang utama:

1. Tujuan yang jelas.
2. Berani merubah tradisi
3. Kesabaran tiada akhir.

1. Tujuan yang jelas.

Tujuan sang pemuda jelas. Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan.

Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang. Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat. Karenanya, jembatan itu harus dibangun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut. Perhitungan tepat. Jembatan itu tahan dihantam badai.

Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis. Inilah awal semua cerita bisnis. Apakah tujuan anda berbisnis? Apakah uang dan kekayaan melimpah? Atau Kedudukan terhormat? Popularitas? Atau pembuktian diri? Atau apa?

Saya menawarkan, buatlah tujuan bisnis anda adalah : Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Jadi, berbisnis itu memang untuk kaya. Punya uang dan kekayaan melimpah. Tapi uang dan kekayaan itu hanya alat. Alat untuk memberi manfaat untuk sesame.

Jadi, buat penghasilan anda Rp. 5 milyar per bulan. Maka anda dapat membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, beasiswa, investasi bisnis kecil, dan sebagainya. Pokoke tujuan anda adalah memberi manfaat bagi sesama. Dengan begitu hidup anda akan tenang dan bahagia.

Otak anda akan bekerja sesuai tujuan anda. Bila tujuan anda Rp. 100 juta, maka otak anda akan bekerja di tingkat Rp. 100 juta itu. Coba tetapkan tujuan Rp. 1 juta, maka otak anda akan bekerja sepersepuluhnya. Karenanya, tetapkan tujuan bisnis tinggi. Dengan itu, otak dan tindakan anda akan mengikuti.

Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi. Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda. Mereka menghalangi anda. Mereka melemahkan semangat anda. Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi. Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.

Bila anda menuruti kata mereka, saya pastikan anda akan berhenti. Sang pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ia mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja. Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi. Untung sang pemuda tak mendengarkannya.

Pernahkan anda ingin kenalan dengan gadis/pria yang menarik bagi anda? Begitu anda mau bergerak, anda mendengar suara-suara negatif di benak anda. Anda ikuti suara negatif itu. Anda pasti berhenti bergerak.

Anda paling-paling cuma memandangnya dari kejauhan. Anda bayangkan betapa enaknya bisa kenalan. Tapi anda masih tidak bergerak. Tapi begitu anda berpikir : “Saya akan mengenalnya. Apapun yang terjadi. Malu, malu dah.“ Jreng anda pun bertindak.

2. Berani Merubah Tradisi

Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi. Menikah dengan tetangga. Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu. Ia merubahnya. Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa.

Karena itu, ia jadi orang luar biasa. Meski untuk itu, ia harus membayar harganya. Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya.

Dalam hidup banyak tradisi. Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus. Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu. Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang. Mereka menyerah pada tradisi. Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.

Pilihannya ada pada anda. Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas. Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.

Harga tujuan mengikuti tujuannya. Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah. Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.

Bila anda ingin pendapatan Rp.100 juta per bulan, anda tidak mungkin mendapatkannya dengan menjadi karyawan. Anda harus berbisnis. Meski dengan begitu anda harus berjuang merubah banyak tradisi. Terutama tradisi dalam pikiran anda sendiri.

Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental. Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya. Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko. Anda cenderung mundur ke belakang.

Untuk mengatasi masalah ini, anda harus fokus pada tujuan anda. cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali. Sang pemuda Cina pun begitu. Keraguan dan ketakutan menghampirinya. Tapi ia fokus pada tujuannya. Keinginannya menikah dengan gadis pujaan, membakar lagi semangatnya.

Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal. Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan.

Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu. Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah.

Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya. Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda.

Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses. Pelajari apa sih rahasia mereka.

Cara keenam, lihat sekeliling anda. Cari orang-orang gagal. Perhatikan hidup mereka yang menderita. Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.

3. Kesabaran Tiada Akhir.
Sang Pemuda membangun jembatannya selama 8 tahun. Itu berarti ia bekerja keras selama itu. Ia juga harus mengatasi keluarganya yang merintangi. Dan yang terpenting, ia harus mengatasi keraguan dalam dirinya sendiri.

Sang pemuda Cina sukses. Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.

Ia sabar bekerja. Ia sabar menahan rintangan orang tua. Ia sabar mengatasi masalah-masalah teknis pembangunan jembatan. Ia sabar menanti kekasihnya. Sang kekasih pun sabar menantinya. Apa yang terjadi bila sang pemuda tidak sabar? Ia akan mengubur tujuannya!!! Ia akan mencari gadis tetangga saja. Dengan begitu, ia hanya perlu membangun jembatan pendek. Itupun dibantu keluarganya.
Itulah yang terjadi dengan para pebisnis yang tidak sabar. Berbagai masalah yang ia hadapi membuatnya menyerah berusaha. Akhirnya ia kubur mimpinya.

Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul. Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang, dan sebagainya mereka berhenti. Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…

Saya punya seorang teman yang tidak sabaran. Bisnisnya terus berganti. Suatu kali ia buka konveksi. Eh, tiga bulan berikutnya, ia ganti bisnis jadi agen asuransi. Belum dua bulan, ia ganti lagi jadi bisnis aquarium. Tidak lama berselang, ia beralih ke bisnis multimedia.

Saya katakana padanya: “Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”. Semoga saja ia melakukannya.

Bersabar memang berat. Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat. Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal. Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun.

Misalnya tujuan awal anda adalah Rp. 100 juta per bulan. Bisnis anda adalah voucher pulsa. Anda sudah berusaha tapi belum berhasil. Anda pun memutuskan berhenti. Nah, ketika anda akan berbisnis lagi, anda pasti menurunkan tujuan anda. “Sudah terbukti Rp. 100 juta tidak bisa dicapai. Karena itu tujuan saya sekarang adalah Rp. 50 juta.“

Duh,… satu kegagalan membuat tujuan turun 50%. Apalagi bila harus gagal seperti Thomas Alva Edison. Ia gagal 10.000 kali. Untungnya, Edison bersabar. Tujuannya tidak berubah. Ia harus menemukan logam yang tepat untuk bola lampunya.

Bersabar yang benar harus cerdas. Apa artinya? Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda. Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama. Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama. Itulah sebabnya bersabar harus cerdas. Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.

Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar. Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama.

Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu. Kegagalan anda jadi tidak ada artinya. Anda jadi benar-benar gagal. Orang sabar, harus cerdas. Jadilah kreatif.

Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik. Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah. Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi.
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com
View all articles by Supardi Lee

Mental & Cara Berpikir orang Kaya

October 31, 2008 by hajirbaringin

Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri atau orang lain “Kaya atau sukses itu sebenarnya takdir, keberuntungan, atau karena usaha (kerja keras)?”. Mungkin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang sejenis di benak Anda. seperti pada tulisan sebelumnya, apakah saya berbakat kaya? Trus apa hubungannya dengan tulisan ini? ternyata, dari pengalaman-pengalaman orang yang telah kaya atau sukses, dapat dipetik beberapa pelajaran agar kita menjadi kaya atau setidaknya memiliki mental orang kaya dan menghilangkan sedikit demi sedikit mental miskin kita.

Bagi sebagian orang, menjadi kaya atau sukses dikatakan sebagai pilihan hidup. Dalam hidup kita, sejak kita masih kecil selalu dihadapan pada berbagai pilihan meskipun seringkali kita tidak sadar, misalnya memilih bermalas-malasan atau melakukan sesuatu, memilih jadi pekerja atau entrepreneur, memilih jadi penonton atau pemain, memilih jadi kaya atau miskin, memilih membaca atau menonton tv, dan berbagai pilihan yang lain dalam hidup kita. Sadar maupun tidak, pilihan-pilihan itulah nantinya yang menentukan bagaimana arah dan diri kita di masa depan.

Nah, tentu kita semua punya tujuan menjadi kaya atau sukses. Betul kan? Berikut beberapa hal mental, pola pikir, atau, cara bertindak orang kaya :

1. Orang Kaya selalu membuat NILAI TAMBAH (Added Value).

Orang kaya selalu berpikir bagaimana membuat nilai tambah suatu produk, bagaimana membuat nilai tambah bagi dirinya sendiri, bagaimana dan bagaimana secara terus menerus.

2. Orang Kaya memiliki Faktor Kali.

Orang kaya memikirkan bagaimana agar asset atau kekayaannya semakin bertambah, yaitu dengan menggunakan faktor kali (Leverage). Misal jika punya toko bagaimana caranya agar bertambah banyak cabang tokonya.

3. Orang kaya selalu Penuh Daya Upaya

Orang kaya tidak mudah menyerah. Mereka percaya akan visi dan mimpi mereka akan terwujud sehingga berani menghadapi segala rintangan mencapai apa yang mereka impikan. Sedang orang miskin cenderung selalu mencari alasan bila menghadi sebuah rintangan.

4. Orang Kaya Bertanggung Jawab

Orang kaya selalu berani menanggung resiko atas segala apa yang mereka lakukan. Sedang orang miskin cenderung mencari kambing hitam atas kegagalan yang mereka lakukan.

5. Orang Kaya bermain dengan uang untuk Menang, sedang orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah

6. Orang kaya memiliki Komitmen

Orang kaya memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi kaya, sehingga memiliki arah yang jelas dan tindakan yang pantang menyerah. Sedang orang miskin hanya ingin menjadi kaya (tak ada komitmen).

7. Orang kaya berpikir Besar.

Orang kaya selalu berpikir sesuatu yang besar dan bagaimana mewujudkannya.

8. Orang kaya berfokus pada kesempatan, sedang orang miskin berfokus pada hambatan.

9. Orang kaya memastikan orang lain Menang, baru dia Menang. Sedang orang miskin sebaliknya.

10. Orang kaya mengagumi orang kaya lainnya, sedang orang miskin Iri atau dengki orang kaya lainnya.

11. Orang kaya bergaul dengan orang sukses lainnya (positif) sedang orang miskin bergaul dengan orang tidak sukses lainnya.

12. Orang kaya selalu berpikir dan bertindak positif, sedang orang miskin sebaliknya.

13. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil sedang orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu.

14. Orang kaya berfokus pada Wealth style (massive dan passive income), sedang orang miskin berfokus pada lifestyle (gaya hidup).

15. Orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka sedang orang miskin bekerja keras untuk uang.

16. Orang kaya bertindak melawan rasa takut mereka sedang orang miskin berhenti bertindak karena ketakutan mereka.

17. Orang kaya terus menerus belajar dan tumbuh, sedang orang miskin berpikir mereka sudah tahu.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan mental, cara berpikir, atau bertindak orang kaya. Bagaimana dengan kita? Anda sendiri yang lebih tahu jawabannya. Jadi, mari kita memilih jadi orang kaya.

Semoga bermanfaat

Salam sukses

Hajir Baringin

SUKSES BESAR TANPA GELAR

I. Pintu Sidoarjo (Bill Gates: “Emangnya Gue Pikirin”)

Nama Bill Gates sudah tidak asing lagi bagi kita apalagi bagi para mahasiswa atau orang yang gemar belajar computer. Bill Gates seorang pendiri sekaligus pemilik perusahaan software computer terkemuka yaitu Microsoft. Dia adalah orang kaya di dunia yang tidak lulus dari universitas di Amerika tempanya kuliah. Bill Gates memulai usahanya dari berjualan computer di garasi rumahnya. apakah Bill gates khawatir tidak mendapat gelar akademik?Jawabny:”Emangnya Gue Pikirin” (jawab sekaligus canda Dewi Motik Pramono seorang pengusaha sukses). Umumnya orang sukses lebih khusus pengusaha sukses tidak sekolah, apalagi sekolah tinggi. Dengan kata lain gelar resmi dari sekolah resmi tak begitu signifikan dalam menjaring rizki dari Allah SWT. Hal lain yang lebih baik adalah menciptakan peluang bisnis, dan merebutnya, kemudian mengubahnya menjadi uang. Belajarlah menjadi pengusaha meski kecil dan tidak dalam khayalan. Jangan menanti peluang, tapi rumuskan tantangan, lalu menjawab tantangan maka tercipta peluang.

Memulai usaha dari kecil untuk sukses, baru mencari gelar. Membanggakan gelar tetapi malas, maka sukar sekali untuk maju hidupnya. Malas, tidak berani memulai lengkah baru meski kecil, ragu-ragu, maju mundur, tidak teguh menghadapi kesulitan, maka tidak bisa sukses dalam hidup. Janganlah memburu dan mengagungkan gelar dalam hidup ini, tapi yang utama dan terpenting dilakukan adalah terus menerus membuka diri untuk belajar menuntut ilmu dan memperluas pergaulan, memperdalam pengalaman hidup. Kesuksesan dapat diraih hanya dengan mencari dan mencoba menceburkan diri pada pengalaman baru, terus menerus belajar sendiri, self study, otodidak. Kata Prof. Dr. H Zakiyah Darajat “usahakan membaca buku setidaknya 2 halaman sehari”.

Kunci rahasia sukses tanpa gelar adalah belajar dan tukar menukar pengalaman hidup dengan orang lain, terus menerus. Sukses hidup, mengenal Allah SWT dan taat kepada-Nya, terbuka untuk semua orang bergelar atau tidak, yang penting mencari terus menerus dan belajar tak kenal henti.

II. Pintu Surabaya (SOHO:Rumahku Kantorku)

Seorang karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta hanya mendapat garji untuk menafkahi keluarganya hanya setara dengan 35 kg telur setiap bulan atau 1 kg setiap hari. Sungguh minimal sekali, tapi alhamdulillah karena masih ada yang lebih buruk, ada 42 juta pengangguran dan 35 juta orang miskin. Alangkah melaratnya Indonesi yang sebenarnya sangat subur dan kaya. Problemnya, “Bagaimana meningkatkan harga diri, kebebasan dan penghasilan di tengah-tengah Indonesia yang sangat subur dan kayaini? Mungkinkah kita dapat berzakat, umroh menunaikan haji? Kemustahilan ini dapat dipecahkan dengan menjadi wirausaha. Bisnis, dagang, berwirausaha adalah kosa kata yang sering ditinggalkan dalam percakapan, tapi merupakan sunah Rosulullah yang paling dilupakan umat islam. Umat islam pandai salat tapi belum pandai membuka warung. Supaya tettap pandai salat tapi juga pandai membuka kios, took dan warung, maka belajarlah berdagang.

Supaya murah, sederhana dan tak mahal, maka mulailah dari rumah sendiri dengan membuka warung kecil-kecilan seperti warung gado-gado, soto, bakso, dll. Tak ada halangan sama sekali untuk itu, dan itulah yang disebut konsep SOHO (small office home office) rumahnya adalah kantornya. Konsep SOHO boleh dicoba untuk mengembangkan diri di hari-hari mendatang. Kecuali untuk mengembangkan diri juga untuk mengembangkan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Rumah adalah satu kemungkinan yang sangat terbuka. Dengan rumah sebagai tempat memulai usaha, banyak keuntungan yang dapat diperoleh antara lain:

1. Menekan resiko sekecil mungkin
2. Menghemat pengeluaran yang tidak perlu, seperti ongkos dari rumah ke tempat kerja, biaya listrik, dan perawatan.
3. Hubungan dengan anak masih dapat terpelihara dengan baik, karena mudah bertemu dengan mereka setiap saat.
4. Memotivasi tetangga sekitar untuk turut berwirausaha dengan diri sendiri terlebih dakulu sebagai bukti dan contoh teladan.
5. Menyiapkan mental_psikologi dan lingkungan secara kongkrit kepada anak untuk berwirausaha sendiri.
6. Memperbesar fungsi rumah sebagai tempat beramal sholeh melalui jalur perdagangan dan bisnis.
7. Melatih diri untuk berwirausaha secara bertahap dan berkelanjutan sebelum besar dan memiliki dan mengendalikan beberapa perusahaan sekaligus.
8. Memelihara diri sang muslimah dari fitnah pergaulan kantor.
9. Mengoptimalkan kemampuan sendiri dengan merdeka dan bebas.
10. memperbesar kesuksesan hidup, tanpa meninggalkan nilai-nilai isalm dengan tetap menjalankan kewajiban sebagai ibu atau kepala rumah tangga
11. Meningkatkan harga diri sebagai muslimah
12. Meningkatkan dan memperbesar penghasilan keluarga
13. Menambah memperkaya pengalaman hidup, ilmu, wawasan dan jaringan diri sendiri.

Keberanian untuk memulai suatu usaha apapun sangat diperlukan. Jika punya uang wirausaha, tapi keberanian tak ada, maka sebenarnya modal itu sudah habis, karena berani adalah modal sejati.



III. Pintu London (Rahasia Sukses Besar Siti Nurhaliza)

Ada 10 rahasia yang membuat Siti Nurhaliza sukse besar dalam hidupnya yaitu sebagai berikut:

1. Sistem yang mendukung. System yang mendukung bagi karier Siti, baik perusahaan yang diikutinya, kelurga dan masyarakat sekitarnya
2. Positioning yang tajam. Sebelum Siti masuk dalam dunia musik, dia telah menetapkan positioning yang tepat dan teguh, menetapkan sasaran yang jeli dan istiqomah sehingga Siti tidak seperti artis lainnya yang hanya angina-anginan terbawa arus, dan hasilnya Siti masih digemari penontonnya sampai sekarang.
3. Cantik. Kecantikan memang anugerah yang Maha Kuasa, tapi dengan potensi dan apapun yang kita miliki kita patut bersyukur dengan menjaga dan membina budi pekerti, serta akhlaq sehingga setiap orang bisa terpesona melihat kita.
4. Suara Emas pemberian Allah SWT yang juga sangat mirip dengan kecantikannya, perlu disyukuri dengan menjaga akhlaq yang baik
5. Sikap yang rendah hati membuat orang takluk dan menghormati.
6. Inovatif, karena sebenarnya setiap orang pasti menginginkan sesuatu yang bermanfaat dan baru. Oleh karena itu, orang sukses selalu inovatis, yaitu melahirkan sesuatu yang baru dan tak terduga sehingga orang terpuaskan olehnya.
7. Membuka pasar yang baru. Siti menyadari agar sukse dalam dunia musik, seseorang haruslah menciptakan peluang bisnis, bukan hanya menunggu. Jika orang malas menciptakan pasar baru bagi produk dan jasa, tentulah dia tidak mendapatkan apa-apa dalam hidupnya, kecuali mendapatkan durian runtuh, warisan besar dari orang tuanya.
8. Terbuka pada pandangan, kritikm nasehat dari orang lain, membuat seseorang cepat maju dalam hidupnya, sangat cepat memperbaiki kekurangan diri.
9. Tersenyum pada siapapun karena senyum adalah bersedekah, menjadikan orang lain senang dan bahagia.
10. Sopan santun adalah dasar dari segala kesuksesan sejati, baik sopan santun tutur kata, pakaian dan perilaku.



IV. Pintu Medan (Langkah Pertama sama dengan Sukses Besar)

Melangkah untuk memulai usaha merupakan suatu awal suatu kesuksesan.Jika langkah pertama sudah dimulai, insya Allah langkah berikutnya dalam berwirausaha lebih mudah, karena pengalaman sudah terbentuk, pola kerja sudah dihayati, hati lebih yakin, cita-cita besar bertambah. Dikecam, dikritik, dihina, dalam memulai suatu usaha sudah biasa. Di dunia ini tidak ada suatu keadaan yang tanpa resiko atau zero risk.selain itu diperlukan pengorbanan untuk terwujudnya sebuah cita-cita, keinginan dan terobosan yang lebih besar agar masyarakat berubah kearah yang lebih baik.

Menjadi seorang produsen apalagi produsen tingkat pertama sangat sulit sekali karena biasanya berpenghasilan rendah dan perlu perjuangan yang mati-matian. Suatu contoh misalnya pengarang maupun penulis buku. Haisl karangannya sudah dimasukkan ke berbagai penerbit, namun sering dan selalu ditolak. Oleh karena itu, perlu ada usaha tambahan yaitu dengan menjadi pengaran sekaligus penerbit langsung. Dengan demikian, siapa yang akan menolak tulisan kita?Tidak ada. Oleh karena itu, selain menjadi produsen tingkat pertama lebih baik dilanjutkan menjadi produsen tingkat ke dua.

Jangan menjual produk kita ke pemasar lain dengan harga murah, bahkan banyak dicacat dan ditolek. Lebih baik produk mentah kita, diolah lagi sendiri agar menjadi produk siap konsumsi. Dalam hal ini diperlukan dua aspek yaitu aspek bisnis dan produksi yang keduanya harus seimbang.

Pernah dengar dengan rahasia sebuah perusahaan? Ya, memang dirahasiakan. Tapi membeberkan rahasia perusahaan kita pada orang lain akan membantu orang lain untuk berusaha pula. Urusan saingan jangan takut. Semua sudah diatur oleh Allah SWT. Yang terpenting kita sudah memulai langkah pertama dengan baik. Urusan rezeki sudah ditentukan yang di atas.

Satu realita mengenai berdirinya suatu usaha penerbitan milik Yudi Pramuko. Bagi seorang pengarang, untuk menjual karangan sendiri pada penerbit sangat sulit sekali. Bila mengandalkan tulisan, sulit untuk menopang biaya hidup. Pengarang yang mempunyai cita-cita besar dan mulia, hidupnya bisa terlunta-lunta, sampai usia senja dan selalu menghamba pada penerbit. Jika ingin kaya dengan jadi pengarang, maka sangat sulit sekali.

Bagaimana agar tulisan kita laku? Jawabnya jangan menjual naskah pada penerbit lain. Jika seorang pengarang ingin sukses besar, dengan banyak uang maka jadilah pengarang yang banyak uang dengan mengelola penerbitan milik sendiri. Naskah buku yang sudah jadi usahakan diterbitkan sendiri. Menjual naskah ke penerbit lain hanya dilakukan oleh orang yang menghindari sikap wirausaha. Memang tidak semua orang tahan hidup sebagai intrepreneur. Namun seseorang yang ingin merintis jalan baru jalan wirausaha sebaiknya ia berenang dengan gagah perwira di lautan yang abru dan asing. Jangan jual naskah ke penerbit lain.

Penerbitan cukup dikelola sendiri, dimulai dari dumah kontrakan, jiwa merdeka, belajar berwirausaha, dan bisa terus menerus mengarang buku, kaya raya. Jika ingin kaya, menulislah, terbitkan sendiri, jual buku itu sendiri, dan tagihlah sendiri uangnya. Pahitnya, getirnya, manisnya, asinnya, jadi pengarang buku, sekaligus penerbit buku-bukunya sendiri ,semua pengalaman itu menjadi ilmu yang dianugerahkan Allah SWT. Penonton, tukang kritik, dan para pengamat paling jauh cuma berkomentar. Hikmah yang dapat diambil adalah semua pekerjaan yang dilakukan sendiri dengan tangan sendiri akan lebih baik dan memuaskan. Bila buku sudah dikirim ke agen, sudah tidak ada lagi pekerjaan selain mengarang lagi untuk dijual. Semua itu bisa dilakukan sendiri. Namun, bila omzet sudah banyak dan memerlukan pembukuan yang lebih bagus, maka bolehlah menggaji sanak saudara yang lulusan SMK akuntansi untuk membantu, dan kita bisa mengarang lagi tanpa masih pusing memikirkan soal pembukuan.

Awal dari suatu wirausaha semua pekerjaan dilakukan sendiri jangan bergantung dan mengharapkan bantuan orang lain. Gantungkan bisnis tersebut pada Allah SWt, karena Diala yang akan menentukan. Manusia hanya bisa berusaha dan berporses, bukan hasil. Biarkan Tuhan yang menentukan.

Yudi Pramuko dalam memasarkan bukunya diperhitungkan dengan baik. Dia membuat strategi pemasaran. Memilih dua atau dua distributor yang besar untuk memasarkan bukunya lebih baik dan tepat dibandingkan menjual buku pada agen-agen buku yang hanya mengambil 10-50 buku. Meski harga lebih rendah, tapi uang cepat berputar. Pengarang tak perlu menghabiskan waktu untuk berjualan. Waktunya bisa digunakan untuk mengarang.

Kiat praktis untuk membuat naskah buku made in my self caranya buat naskah buku seperti buku yang laris dipasarn. Caranya dengan menemukan buku yang terjual laris di toko. Lihat jumlah cetakannya, bila dicetak lebih dari 5 kali boleh kita anggap laris. Buatlah buku sejenis dengan cara memberikan sedikit inovasi dan pembaharuan. Bila anda seorang idealis, maka turunkan idelisme anda agar lebih realistis dan marketable. Lihatlah dengan kacamata pembaca. Jangan dari kacamata pengarang. Ciptakan aturan menulis naskah ciptaan sendiri.

Bagimana menentukan harga jual? Tentukan dengan melipatkan harga cetak sbanyak 5-6 kali. Jadi jika harga cetaknya 2000, maka harganya antara 10000 sampai 12000. Jumlah cetakan sesuaikan dengan BEP atau titik balik impasnya. Jika BEP nya 1000 buku, maka cetaklah 5000 buku. Kemudian apakah harus mencetak sendiri? Jawabnya tidak. Banyak percetakan yang bersedia membantu. Cara praktis dan strategismenjual buku, dengan berteman dengan agen atau distributor yang terpercaya. Pertama, tawarkan sebuah buku ke distributor, kedua kirimkan pesanan distributor ke bagian pemesanan mereka.

Manajemen penerbitan perlu dibangun dengan bertanya dan belajar dari pengalaman orang lain. Terjun langsung mengelola penerbitan sendiri adalah kiat praktis berharga dan mahal nilainya.

Tema buku yang dikarang jangan dibatasi dulu karena kita lebih bebsar memilih tema yang diminati pasar. Tema yang bisa dipilih antara lain tema remaja, agama, politik, soaial, anak-anak, komik, ekonomi, dakwah islam dll. Lalu bagaimana menentukan nama penerbitan? Caranya cari nama perusahaan atau apapun yang terkenal kemudian tambahi emberl-embel. Misalnya “Krakatau” yang sudah dikenal. Orang akan menganggap kita adalah sesaudara dengan perusahaan tersebut. Buat alamat yang jelas dan lengkap, dari kode pos, no telepon, email, bahkan web bila perlu. Soal uang untuk modal kita bisa pinjam kepada teman atau siapa saja. Masalah badan hokum yang dipilih bisa diatur belakangan bila penerbitan sudah berjalan dengan baik. Bisa memilih PT, CV, dan lain-lain. Buku besar untuk pembukuan perlu dibeli, stempel perlu dibuat paling hanya dengan uang Rp 25000. Komputer bisa rental atau memiliki bila sudah berjalan. Mesin cetak janngan beli dulu karena harganya mahal, tapi bisa minta tolong jasa percetakan.

Bila buku sudah dicetak, dan buku sudah dibawa pulang, esoknya pergi ke distributor, lalu tawarkan buku tersebut. Bila pesan banyak, beri diskon dan jangan takut bila untungnya tidak banyak karena sebenarnya harga buku sudah 6 kali lipat dari HPP (harga pokok produksi).

Sebelum buku dicetak, cari sasaran pembaca. Sebagian besar penduduk Indonesia hanya lulusan SLTA, jadi karanglah buku untuk mereka. Jangan terlalu sulit dipahami, tapi yang menyenangkan. Ketika buku dicetak, kita bisa mengarang lagi atau belajar lagi untuk menambah wawasan dan jangan lupa, sering pergi kepercetakan untuk menanyakan buku kita sudah selesai dicetak belum. Dekati bos percetakan, tanyakan pengalaman usahanya.

Jangan khawatir buku tidak laku dijual. Ketika buku pertama dipasaran, orang mengenal maka mereka akan memesan lagi dan mencari kita. Intinya kita harus mengenalkan diri pada konsumen. Bila konsumen sudah tahu, maka mereka akan berbondong-bondong mencari kita. Tapi jangan lupa, cantumkan permintaan kritik dan saran yang dapat disampaikan kepada kita. Tanggapi kritik dan saran itu dengan action bukan dengan amarah. Perbaiki kekurangan kita, buat karya baru yang lebih baik.

Lalu apa yang bisa kita petik dari cerita Yudi Pramuko? Langkah awal memulai suatu usaha sangat menentukan perjalanan usaha berikutnya. Keberanian untuk memulai usaha sangat dibutuhkan. Jangan berpikir nanti ada ini ada itu, ragu-ragu dan maju-mundur, karena sebenarnya apapun dalam hidup ini pasti ada resiko atau zero risk.

“Langkah pertama diakui dapat membuat dada bergetar hebat. Tapi langkah pertama dalam wirausaha harus diakui pula dapat mengubah sejarah hidup seseorang secara tidak terduga sama sekali. Langkah pertama memang selalu menakjubkan”.

Sukses Oprah Winfrey & Pengalaman Pahit masa lalunya

Oct 5, 2008 in Tokoh Inspiratif

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Sabtu, 01 Mei 2010

jawban ujian chunin ninja saga

#
Chunin Exam

Saat kita naik level 20 , maka apabila kita ingin melanjutkan permainan diharuskan untuk melewati test chunin, ingat pada saat anda berada pada level 1-19 anda masih berlabel ninja genin dan di level 20 anda akan mendapatkan label chunin apabila berhasil melewati serangkaian test yang terdiri dari 5 part. Disini saya sakan menjelaskan part demi part yang akan anda lewati :

- Chunin Exam Part 1

Pada test ini anda diharuskan menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, berikut adalah jawaban dari seluruh pertanyaan :

1) During a battle, which of the following actions enables you to gain chakra?
jawab : (Charge)

2) Which element type measures your quickness in battle?
jawab : (Wind)

3) Which of the following consumable items can recover your health in battle?
jawab : (Healing scroll)

4) Which of the following techniques specializes in illusions and transformations?
jawab : (Genjutsu)

5) What is your current ninja rank?
jawab : (Genin)

6) What is the name of the Kage of Village of Fire?
jawab : (Yudai)

7) What was the first weapon that Shin gave you?
jawab : (Kunai)

8) How many friends can you recruit to join your party for missions?
jawab :(2)

9) Where can you challenge your friends in real-time?
jawab : (Arena)

10) What is the maximum number of consumable items can be used in real-time pvp battle?
jawab : (5)

Note : soal-soal akan diacak, tapi semua soal akan sama. Good Luck !


- Chunin Exam Part 2

Anda diharuskan mengalahkan tim lawan dan mengambil scroll dari tangan tim lawan, saya akan memandu anda menemukan ke 3 scroll.
Pertama masuklah ke dalam hutan, maka anda akan menemui satu musuh dan 4 jalan. Hiraukan musuh pertama yang anda temui karena tidak memiliki scroll, pilih jalan ke atas, maka anda akan menemui tim lawan yang membawa scroll. Setelah anda mengalahkan tim lawan, kembalilah ke perempatan, tempat awal anda masuk. Maju terus kedepan hingga anda lanjut ke map berikutnya. Disini ada 2 jalan pilih jalan mana saja, karena ke duanya menuju pada tim lawan yang membawa scroll. Setelah anda mendapatkan ke 3 scroll, kembalilah ke perempatan dan pilih jalan sebelah bawah. Jika mau, anda bisa menghiraukan musuh dan melanjutkan hingga anda menemui seorang Chunin yang menjaga gerbang. Berikan ke 3 scroll maka anda telah melewati tes ke 2.


- Chunin Exam Part 3

Test ini adalah test yang paling sulit, sebab anda akan dihadapkan dengan tiga pendekar yaitu Lok li, Shira dan Kira, jangan lupa untuk membeli Healing Scroll sebanyak-banyaknya untuk membantu anda dalam melawan mereka.

Yang pertama recruit friend dan beli healing scroll sebanyak-banyaknya

Lok Li
Berhati - hatilah melawan Lok Li, karena serangan pertamanya (Assault Kick) dapat membuat anda stun, setelah itu mengisi tenaga untuk mengeluarkan jutsu (8 gate opening) yang dapat menyebabkan 100 - 150 damage atau lebih. Kesempatan anda adalah ketika Lok Li mengeluarkan salah satu jutsunya yang dapat membuat dirinya sendiri terkena stun. Note : Gunakan stun ketika Lok Li mengisi tenaga untuk mengeluarkan 8 gate opening.

Shira
Musuh yang satu ini sempat membuat saya jengkel, karena serangan pertama yang mengurangi CP hingga beberapa turn. Namun Shira lebih banyak mengeluarkan serangan biasa karena jutsu spesialnya membutuhkan waktu yang relatif lama, ketika shira mengeluarkan jutsu yang membuat CP anda terus berkurang, gunakanlah jutsu yang paling banyak membutuhkan CP, sehingga CP anda tidak terbuang sia - sia. Ketika CP anda habis, gunakanlah serangan biasa hingga efek dari jutsunya habis.

Kira
Saat melawan Kira usahakan HP anda diatas 300+ karena kira mempunyai jurus jutsu yang besar diatas 200+ jadi healing scroll anda jangan sampai kehabisan, dan apabila anda kalah dalam pertempuran ketiga ini maka anda dengan otomatis mengulang dari awal ketika melawan Lok Li.


- Chunin Exam Part 4

Setelah menyelesaikan part 3, cerita akan berlanjut seperti pada animenya, yaitu desa api diserang, sehingga anda harus melawan 3 musuh sekaligus antara lain kara,temara,kanku. Yang terpenting pada part ini carilah 2 team party anda yang terkuat, usahakan emblem user karena ini sangat membantu dalam genjutsunya, atau alternatif lain, anda dapat merekrut water - earth type dan fire - lightning tipe, sehingga party anda kuat dalam serangan dan maupun pertahanan. Ketika anda melawan ke 3 orang itu, kalahkan dahulu kara (pengendali pasir,memiliki serangan stun yang mematikan), lalu habisi Kanku (karena damage yang dihasilkan besar), setelah itu kalahkan temari (perempuan berkipas, karena musuh ini tidak berbahaya, hanya mengandalkan dodge rate dan memberikan efek bleeding).


- Chunin Exam Part 5

Bagian ini adalah bagian yang paling seru dan dapat dikatakan lebih mudah dari part 3 atau 4 karena anda akan ditemani oleh 2 orang dalam party dengan lv 80, dan melawan 2 musuh masing - masing memiliki lv 35 & 85 (seingat saya). Tidak perlu kuatir ketika melawan kedua orang ini, yang perlu anda lakukan hanya perlu membuat musuh stun dan menjaga HP anda, untuk urusan penyerangan, serahkan kepada anggota party anda. Note : Berhati - hatilah musuh memiliki jutsu (Soul Chain) yang dapat menguras HP anda hingga 290 per turn.


Setelah melewati part 5 anda dikatakan lulus ujian chunin dan berhak menyandang label chunin.

Note : Apabila anda belum lulus chunin exam maka XP anda tidak akan naik jika ketika anda berhasil lulus chunin XP anda akan normal kembali.

Artikel ini saya copas dari sumber yang berbeda tapi isinya sama persis, berikut linknya :

- http://0242d373.linkbucks.com/
- http://ferry-yanuar.blogspot.com/2009/12/panduan-chunin-exam-ninja-saga.htmll
- http://gilgame.blogspot.com/2010/01/chunin-exam-level-20.html
12 April jam 18:10 · Laporkan
#
Galih Nugraha Chunin Exam

Saat kita naik level 20 , maka apabila kita ingin melanjutkan permainan diharuskan untuk melewati test chunin, ingat pada saat anda berada pada level 1-19 anda masih berlabel ninja genin dan di level 20 anda akan mendapatkan label chunin apabila berhasil melewati serangkaian test yang terdiri dari 5 part. Disini saya sakan menjelaskan part demi part yang akan anda lewati :

- Chunin Exam Part 1

Pada test ini anda diharuskan menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, berikut adalah jawaban dari seluruh pertanyaan :

1) During a battle, which of the following actions enables you to gain chakra?
jawab : (Charge)

2) Which element type measures your quickness in battle?
jawab : (Wind)

3) Which of the following consumable items can recover your health in battle?
jawab : (Healing scroll)

4) Which of the following techniques specializes in illusions and transformations?
jawab : (Genjutsu)

5) What is your current ninja rank?
jawab : (Genin)

6) What is the name of the Kage of Village of Fire?
jawab : (Yudai)

7) What was the first weapon that Shin gave you?
jawab : (Kunai)

8) How many friends can you recruit to join your party for missions?
jawab :(2)

9) Where can you challenge your friends in real-time?
jawab : (Arena)

10) What is the maximum number of consumable items can be used in real-time pvp battle?
jawab : (5)

Note : soal-soal akan diacak, tapi semua soal akan sama. Good Luck !


- Chunin Exam Part 2

Anda diharuskan mengalahkan tim lawan dan mengambil scroll dari tangan tim lawan, saya akan memandu anda menemukan ke 3 scroll.
Pertama masuklah ke dalam hutan, maka anda akan menemui satu musuh dan 4 jalan. Hiraukan musuh pertama yang anda temui karena tidak memiliki scroll, pilih jalan ke atas, maka anda akan menemui tim lawan yang membawa scroll. Setelah anda mengalahkan tim lawan, kembalilah ke perempatan, tempat awal anda masuk. Maju terus kedepan hingga anda lanjut ke map berikutnya. Disini ada 2 jalan pilih jalan mana saja, karena ke duanya menuju pada tim lawan yang membawa scroll. Setelah anda mendapatkan ke 3 scroll, kembalilah ke perempatan dan pilih jalan sebelah bawah. Jika mau, anda bisa menghiraukan musuh dan melanjutkan hingga anda menemui seorang Chunin yang menjaga gerbang. Berikan ke 3 scroll maka anda telah melewati tes ke 2.


- Chunin Exam Part 3

Test ini adalah test yang paling sulit, sebab anda akan dihadapkan dengan tiga pendekar yaitu Lok li, Shira dan Kira, jangan lupa untuk membeli Healing Scroll sebanyak-banyaknya untuk membantu anda dalam melawan mereka.

Yang pertama recruit friend dan beli healing scroll sebanyak-banyaknya

Lok Li
Berhati - hatilah melawan Lok Li, karena serangan pertamanya (Assault Kick) dapat membuat anda stun, setelah itu mengisi tenaga untuk mengeluarkan jutsu (8 gate opening) yang dapat menyebabkan 100 - 150 damage atau lebih. Kesempatan anda adalah ketika Lok Li mengeluarkan salah satu jutsunya yang dapat membuat dirinya sendiri terkena stun. Note : Gunakan stun ketika Lok Li mengisi tenaga untuk mengeluarkan 8 gate opening.

Shira
Musuh yang satu ini sempat membuat saya jengkel, karena serangan pertama yang mengurangi CP hingga beberapa turn. Namun Shira lebih banyak mengeluarkan serangan biasa karena jutsu spesialnya membutuhkan waktu yang relatif lama, ketika shira mengeluarkan jutsu yang membuat CP anda terus berkurang, gunakanlah jutsu yang paling banyak membutuhkan CP, sehingga CP anda tidak terbuang sia - sia. Ketika CP anda habis, gunakanlah serangan biasa hingga efek dari jutsunya habis.

Kira
Saat melawan Kira usahakan HP anda diatas 300+ karena kira mempunyai jurus jutsu yang besar diatas 200+ jadi healing scroll anda jangan sampai kehabisan, dan apabila anda kalah dalam pertempuran ketiga ini maka anda dengan otomatis mengulang dari awal ketika melawan Lok Li.


- Chunin Exam Part 4

Setelah menyelesaikan part 3, cerita akan berlanjut seperti pada animenya, yaitu desa api diserang, sehingga anda harus melawan 3 musuh sekaligus antara lain kara,temara,kanku. Yang terpenting pada part ini carilah 2 team party anda yang terkuat, usahakan emblem user karena ini sangat membantu dalam genjutsunya, atau alternatif lain, anda dapat merekrut water - earth type dan fire - lightning tipe, sehingga party anda kuat dalam serangan dan maupun pertahanan. Ketika anda melawan ke 3 orang itu, kalahkan dahulu kara (pengendali pasir,memiliki serangan stun yang mematikan), lalu habisi Kanku (karena damage yang dihasilkan besar), setelah itu kalahkan temari (perempuan berkipas, karena musuh ini tidak berbahaya, hanya mengandalkan dodge rate dan memberikan efek bleeding).


- Chunin Exam Part 5

Bagian ini adalah bagian yang paling seru dan dapat dikatakan lebih mudah dari part 3 atau 4 karena anda akan ditemani oleh 2 orang dalam party dengan lv 80, dan melawan 2 musuh masing - masing memiliki lv 35 & 85 (seingat saya). Tidak perlu kuatir ketika melawan kedua orang ini, yang perlu anda lakukan hanya perlu membuat musuh stun dan menjaga HP anda, untuk urusan penyerangan, serahkan kepada anggota party anda. Note : Berhati - hatilah musuh memiliki jutsu (Soul Chain) yang dapat menguras HP anda hingga 290 per turn.


Setelah melewati part 5 anda dikatakan lulus ujian chunin dan berhak menyandang label chunin.

Note : Apabila anda belum lulus chunin exam maka XP anda tidak akan naik jika ketika anda berhasil lulus chunin XP anda akan normal kembali.